Yogyakarta adalah kota yang banyak meninggalkan kenangan. Selain saya lahir di kota budaya ini, lebih dari separuh hidup saya dihabiskan di sini. Sejak saya kanak-kanak hingga saya bekerja dan berkeluarga. Yogyakarta sudah berikan saya banyak ‘ilmu sosial’ yang melekat ke dalam hidup dan prilaku saya dimanapun saya berada.
Hampir 10 tahun saya meninggalkan Yogyarta demi mencari nafkah di luar Yogyakarta. Bisa dibayangkan, betapa rindunya saya untuk kembali ke Yogyakarta. Satu-satunya waktu terpanjang untuk kembali ke kota ini hanyalah saat mudik lebaran. Biasanya saya habiskan satu minggu menikmati Yogyakarta. Itu juga tidak sepenuhnya saya pakai untuk ‘mengeksplorasi kembali’ Yogyakarta. Karena waktu lebih banyak saya habiskan untuk berkunjung ke keluarga dan teman-teman kecil saya.
Singkat kata, setiap saya pulang ke Yogyakarta selalu ada hal-hal baru yang terjadi di kota ini. Perubahan tata kota, layanan umum, lalu lintas dan lain sebagainya membuat saya kadang-kadang butuh waktu untuk membiasakannya.
Masa remaja saya banyak berlalu di Malioboro. Malioboro malam adalah sahabat saya waktu itu. Jajan angkringan di depan Hotel Garuda dengan teman-teman pengamen dan asongan. Kadang-kadang dengan tukang semir dan para tukang becak. Saya juga sering tidur di emperan Malioboro, di tikar bambu milik penjual angkringan itu. Sampai pagi-pagi usai shubuh, dibangunkan penjual itu karena mereka mau pulang dan harus mengambil tikar yang saya pakai tidur.
Itulah keunikan masa remaja saya. Rumah saya berjarak hanya 10 menit berjalan kaki dari Malioboro ke arah utara. Tapi saya enggan pulang dan tidur di rumah. Pertama kali dulu orang tua saya marah-marah, tetapi karena saya yang “memaksa” akhirnya mereka pasrah. Beliau hanya berpesan agar saya bisa menjaga diri. Saya memang merasa beda dari lima saudara saya yang lain. Bukan merasa ekslusif, tapi saya merasa menikmati hidup di luar rumah. Saya merasa bisa lebih care terhadap keluarga karena bisa melihat lebih obyektif keluarga saya “dari luar”.
Di bagian lain saya akan cerita lagi tentang masa kecil saya di Yogyakarta…